first taste of ABAP ….
Udah 2 bulan ini aku ngutek-utek ABAP, bahasa programming untuk framework SAP. Sampai sekarang tenyata masih banyak trik dan tips yang belum aku pelajari. Bagi temen-temen yang udah pernah belajar programming sebelumnya, saya jamin bakal rada-rada kaget dengan programming environment-nya ABAP dan code-style-nya. “Kok aneh gini ya bahasanya” komentarku pertama kali pas ikut training ABAP, dan lagi “Lingkungan pemrograman alias IDE-nya juga aneh …” komentarku yang kedua … trus lagi “Warna window-nya kok serba biru gini …” komentarku lagi untuk yang ketiga kalinya . Sebelum kenal ABAP, aku udah maen-maen ama macem-macem programming language. Programming style-nya ABAP bener-bener beda. Belum lagi user interface-nya … kikikikiiii … lucu. Maybe belum terbiasa aja, masih terpatok image programming environment Microsoft Visual Studio, or Borland IDE.
Pertama mungkin perlu dibahas dikit apa itu ABAP and SAP. ABAP adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk membangun berbagai macam aplikasi yang berjalan di framework SAP. Kalo SAP itu merupakan salah satu program ERP buatan Jerman. Susah mendefinisikan SAP, harus dirasain sendiri kayaknya. Yang jelas, ini program biasanya digunakan ama perusahaan-perusahaan besar untuk penyimpanan informasi, pengolahan data dan reporting, so banyak bergaul ama yang namanya database. Bagi para engineer, sekilas gaya pemrograman di ABAP mirip-mirip Matlab. Urutan-urutan penulisan sintak and subrutinnya mirip banget. Modul-modul di SAP pun bisa dianalogikan dengan toolbox-toolbox di Matlab. Kata mbah Wiki, bahasa di ABAP hampir sama dengan bahasa Cobol. Aku ga tau seberapa besar kemiripannya karena belum pernah maen-maen ama si Cobol. Program-program ABAP sering berurusan dengan tabel, row, field, de el el. Berbeda dengan pemrograman engineering yang banyak ngutek-utek hardware, audio, image, AI, pointer, OOP, komunikasi eksternal lewat port … (hiks … selamat tinggal engineering programming, i’ll miss u very much …).
Beberapa unggulan pemrograman di ABAP antara lain adanya konsep Logical Database dan data or variabel yang bertipe tabel. Kedua konsep itu ga ada di bahasa pemrograman yang laen (akhirnya, ternyata ABAP juga punya keunggulan … hihihiiiiii). Baru beberapa hari terakhir ini, setelah klik sana-sini, gugling dimana-mana, nge-ebook sana-sini, coding berjam-jam, aku udah mulai ngrasain “soul”-nya ABAP. Oh iya guys, referensi dan dokumentasi SAP/ABAP yang online memang udah banyak, tapi tetep aja belum lengkap soalnya framework SAP sendiri amat sangat luas implementasinya. Kalo di bahasa pemrograman sebelumnya kita udah biasa dimanja’in ama struktur help yang sistematis, jangan harap bisa didapat di SAP. Help bawaan SAP gak terstruktur dengan baik seperti halnya bawaan IDE-nya Borland or MSDN-nya Microsoft Visual Studio or help-nya Sun’s Wireless Toolkit, Eclipse, Netbeans, Matlab de el el yang html-based (bikin ga nyaman aja nih buat belajar
). Kadang kalo lagi apes malah ketemunya masih dalam bahasa Jerman (sapa yang ga jutex …). Well, namanya aja software, ya terserah yang bikin dung !
Ok, bagi kalian guys yang suka dunia programming and coding, coba deh install SAP yang versi trialnya (miniSAP), dijamin puasss pusingnya
.
Eh, kalo mo tau rate para ABAPers, bisa diliat di sini. Keep fighting wahai ABAPers !!!!!!!!!!!
Thanks for reading.
Recent Comments