Nirvana, simple but amazing ….
Ehm … kita semua pasti kenal, atau setidaknya tau band yang satu ini. Yup, Nirvana adalah sebuah group band beraliran grunge yang lahir di seattle, USA. Kematian sang vokalis Kurt Cobain akibat suicide pada tahun 1994 di ujung kesuksesan bandnya menciptakan sebuah paradoks, pertama: Nirvana officially bubar, kedua: nama Nirvana semakin melejit. Kemudian, pada tahun 2002 kemaren, a last locked song of Nirvana (yang sudah ter-aransemen dengan rapi pada tanggal 30 Januari 1994 di Robert Lang Studios, Seattle namun belum sempat dikeluarkan) akhirnya di-release oleh Geffen Record. Seminggu setelah itu, lagu yang berjudul You Know You’re Right ini berhasil menduduki peringkat pertama di … ehm … Hot Mainstream Rock Tracks dan Hot Modern Rock Tracks selama lebih dari sebulan, dan juga menduduki peringkat bergengsi di beberapa kategori rangking yang lain (check it out guys at mbah wiki). Sekali lagi, Nirvana menawarkan sebuah lagu yang moderate sehingga mudah diterima oleh awam dan menjadi unggulan, hanya dengan bermodalkan 3 personil band. Well, apa yang membuat aku bener-bener ketagihan untuk mendengarkan lagu-lagu Nirvana? Dan aku yakin banyak pula para fans Nirvana di seluruh dunia hingga detik ini masih enjoy ndengerin lagunya. Jawabanku simpel aja sih … aransemen lagu-lagunya cocok ama selera musikku. Trus, komposisi musik Nirvana ini sebenarnya gimana sih ? Waaaahhh, hebat deh pokoknya. Satu kunci yang harus kita ingat kalo ngomongin Nirvana, when we make a song, try as simple as it can be. Aku coba tulis secara sistematis aja biar enak dibaca ya. Ok, yang bikin aku kesengsem berat ama Nirvana :
- Kesederhanaan lagunya sehingga gampang dinikmati. Perulangan nadanya masih mengikuti pola lagu-lagu beraliran punk.
- Komposisi suara dan pola dari efek gitar, bass serta drumnya bener-bener pas. Dentuman bassnya berat namun mudah dibaca. Petikan dan sayatan gitar memiliki pola yang unik dan gampang diinget. Drumnya pun tak kalah ketinggalan. Permainan drumnya sederhana alias ga banyak variasi, namun variasi yang sedikit ini langsung diletakkan di klimaks lagu sehingga memberikan efek semangat. Pukulan-pukulan drum dengan power yang berbeda-beda di tiap sudut lagu biasanya menjadi andalannya. Masing-masing alat musik yang dimainkan digeber secara maksimal jadi semuanya dominan. Satu lagi, lagu-lagu Nirvana jarang memainkan melodi-melodi yang rumit, yang nyatanya diikuti oleh lagu-lagu jaman sekarang: tanpa melodi gitar. Berbeda dengan lagu-lagu rock jaman dulu yang masih mengandalkan demo permainan melodi gitar yang super cepat dan rumit. Vokal di lagu-lagu Nirvana banyak bermain di nada-nada tinggi sehingga tidak kalah dengan suara alat musik yang dimainkan.
- Adanya suara feedback di dalam lagu (disini, feedback terjadi ketika gitar didekatkan dengan speaker). Biasanya para pemain band menghindari adanya feedback ini karena akan mengurangi kejernihan suara. Anehnya, Nirvana justru memanfaatkan suara-suara feedback di dalam lagu mereka. Dan hasilnya luar biasa, suara-suara feedback tersebut bisa menyatu ke lagu sehingga menambah keunikan lagu. Nirvana tanpa feedback sepertinya terasa kurang.
- Memasukkan nada-nada fals. What’s, fals? Yup, nada-nada miring yang lebih parah dari jazz. Kalo fals-nya jazz masih ada patternnya, but fals-nya Nirvana ga ada polanya, pokoknya sekilas kayak asal metik gitar aja, tapi di setiap live performance-nya nada-nada fals itu konsisten, persis direkaman aslinya.
- Life style of Nirvana. Cuek, cool dan apa adanya. Ga neko-neko kayak rocker-rocker jaman kakek-kakek kita yang banyak pake pernak-pernik di tubuh, hidup di rumah mewah lengkap dengan mobil Mercedez Benznya dan dikelilingi cewek-cewek bahenol. Pada saat performanya di Seattle tahun 1991, Kurt Cobain sang vokalis Nirvana pernah bilang bahwa Nirvana ga suka dikerumuni para wartawan untuk diwawancara atau sekedar foto-foto, yang biasanya terjadi saat turun dari pesawat. Mereka pinginnya langsung menuju ke fans-fansnya dan ngeband. Siiip lah.
- Liriknya yang bersifat menentang, disampaikan dengan cara kalem pada awalnya dan kemudian menghentak di tengah lagu. Berbeda dengan punk yang selalu menghentak sepanjang lagu, ataupun rock-rock jaman dulu yang selalu … ehm … romantis di sepanjang lagu, atau metal-metal yang selalu garang dari awal hingga akhir album. Karakter vokal Kurt Cobain juga bagus, bisa memainkan nada-nada unik tapi tetep easy listening.
- Lagu-lagunya variatif. Ada lagu yang berkarakter punk, ada yang rock, ada yang alternatif, ada pula yang ngepop.
- Asyik kalo buat nge-band
.
Album kedua mereka, yang direlease tahun 1991, meledak di pasar dalam waktu kurang dari sebulan. Lagu andalan di album itu adalah Smells Like Teen Spirit, menjadi lagu nomer 1 pada tahun 1991 (check it out guys: top 50 songs of 1991). Pada saat itu, Nirvana secara cepat menjadi idola baru bagi kaum muda. Hanya dalam waktu kurang dari 3 tahun, dan cuman terdiri dari 3 personil, gila’. Dari momen inilah banyak bermunculan group band yang beraliran punk-rock dan alternatif, seperti Silverchair dan Green Day. Memang, kalo diliat dari sisi tertentu, ga ada band yang seheboh Nirvana.
Viva Nirvana …
Thanks for reading.
nirvana forever….
bagus-bagus